http://Rajawalitimes Nusantara.site Tangerang – Pekerjaan pembangunan saluran drainase menggunakan U-Ditch di salah satu kawasan permukiman yang berlokasi di taman Adyasa blok p 18 RT 02/07 depan mushola Al -Amin Desa Cikuya kecamatan solear kabupaten Tangerang,menjadi perhatian ,Sabtu 18/07/2026
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, proyek tersebut diduga belum sepenuhnya memenuhi aspek teknis pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, papan informasi proyek yang lazim dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik juga tidak terlihat di lokasi pekerjaan.
Dari kondisi di lapangan, terlihat sejumlah unit U-Ditch telah terpasang di sepanjang sisi jalan lingkungan.
Awak media bertanya ke salah satu pekerja yang tidak mau di sebut kan namanya,terkait sambungan pake batu kali ia mengatakan “dari pada nanggung jelek ,volume nya lebih sekalian yang penting di tutup rapih ,kebanyakan volume nya kepanjangan nanggung nyampe ujung jelek ,ungkapnya .
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari pegiat control sosial,mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan. Beberapa bagian pekerjaan dinilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah metode pemasangan, sambungan antar-U-Ditch, elevasi dasar saluran, serta proses penyelesaian pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak. Dugaan tersebut memerlukan verifikasi dari pengawas pekerjaan maupun instansi yang berwenang.
Selain dugaan terkait aspek teknis, tidak terlihatnya papan informasi proyek juga menjadi sorotan. Papan informasi proyek berfungsi memberikan informasi kepada masyarakatt mengenai nama kegiatan, lokasi pekerjaan, sumber pendanaan, nilai kontrak, waktu pelaksanaan
Pengawasan dari instansi terkait juga diharapkan dilakukan secara optimal agar hasil pembangunan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan dan dapat memberikan manfaat dalam mengurangi genangan maupun meningkatkan sistem drainase lingkungan.
Papan informasi proyek segera dipasang sehingga masyarakat dapat mengetahui secara terbuka identitas kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, jangka waktu pelaksanaan, hingga pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut.
Transparansi dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pembangunan yang akuntabel.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis serta tidak terlihatnya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.




