Beranda / Terkini / Diduga Minim Penerapan K3, Aktivitas Pekerja di Ketinggian pada Lanjutan Proyek Balai Warga Desa Mekarsari Rajeg Jadi Perhatian Publik

Diduga Minim Penerapan K3, Aktivitas Pekerja di Ketinggian pada Lanjutan Proyek Balai Warga Desa Mekarsari Rajeg Jadi Perhatian Publik

http://Rajawalitimes Nusantara.site Kabupaten Tangerang– Lanjutan pembangunan Balai Warga di Desa Mekarsari, Dengan Nama Kegiatan Lanjutan Pembuatan Balai Warga RW 07 Mekarsari Rajeg

Lokasi kabupaten Tangerang, Sumber Dana APBD Kab Tangerang TA.2026 dengan Nilai Anggaran Rp .148.234.000.00 ,Waktu pelaksana 75 hari kalender Dengan pelaksana CV IRSYAD BASYIIR CONTRACTOR

Kecamatan Rajeg, kabupaten Tangerang pada hari Sabtu 13/06/2026

Menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan minimnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi proyek. Sorotan tersebut muncul karena adanya aktivitas pekerja di ketinggian yang diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara memadai.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan konstruksi di bagian atas bangunan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait aspek keselamatan kerja yang seharusnya menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan proyek konstruksi.

Baskara LSM Kpk angkat bicara

” Aturan keselamatan kesehatan kerja (K3) jelas mengatur bahwa pekerjaan di ketinggian wajib menggunakan safety harness ,adalah alat pelindung diri (APD)berupa sistem tali ,helm ,sepatu safety pengaman yang di rancang untuk menahan tubuh pekerja agar tidak jatuh atau menggantung secara aman ,saat bekerja di ketinggian

Jika di abaikan ini bukan hanya melanggar hukum,tapi juga membahayakan nyawa pekerja, ujarnya.

Kami Mendesak dinas tenaga kerja dan instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi ,jika terbukti melanggar kontraktor harus di beri sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku

Kami akan terus mengawal kasus ini demi memastikan anggaran pembangunan di gunakan sesuai aturan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama ungkapnya .

Hingga berita ini di susun ,pihak pelaksana maupun instansi terkait, diharapkan dapat , memberikan klarifikasi,agar informasi yang.berkembang di masyarakat menjadi jelas dan tidak menimbulkan spekulasi,media tetap mengedepankan dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

M.viking /Team

editor Denilo

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *