http://Rajawalitimes Nusantara.site TANGERANG SELATAN – Semangat syiar Islam melalui seni budaya kembali menggema dalam gelaran LASQI FEST Jilid 2 Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (17/5/2026).
Mengusung tema “Syiar dalam Syair di Kota Religi Tangerang Selatan”, kegiatan ini menghadirkan beragam pertunjukan seni Islami, mulai dari parade qosidah, festival marawis, hadroh, hingga hiburan Gambus Melayu dan penampilan Semar Band.
Selain pertunjukan seni, acara ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI periode 2026–2031 se-Kota Tangerang Selatan sebagai bentuk penguatan organisasi dalam melestarikan seni budaya Islam di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MUI sekaligus Pembina LASQI H. Abdul Rozak, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Hanung Indrakumara, Sekretaris Kecamatan Pondok Aren Ma’mun, Lurah Pondok Jaya Khaerul Rasyid, Ketua DPD LASQI Kota Tangerang Selatan Khoirul Afandi, serta tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan ratusan warga yang antusias memadati lokasi acara.
Mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Sekretaris Dinas Pariwisata Hanung Indrakumara menyampaikan apresiasi atas konsistensi DPD LASQI dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya Islam melalui festival tahunan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya Dinas Pariwisata, kami mengapresiasi pelaksanaan LASQI FEST Jilid 2 yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus LASQI tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Tangerang Selatan,” ujarnya.
Hanung menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar untuk terus melestarikan seni budaya Islam agar tetap hidup dan berkembang, khususnya di kalangan generasi muda.
“Saya berharap para pengurus yang baru dilantik dapat segera menyusun program kerja untuk meningkatkan seni budaya Islam di Kota Tangerang Selatan. Festival ini bukan hanya tentang lomba dan kemenangan, tetapi juga tentang menjaga eksistensi seni Islami,” tambahnya.
Secara resmi, Hanung membuka LASQI FEST Jilid 2 Tahun 2026 dengan mengucapkan basmalah di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Sementara itu, Lurah Pondok Jaya Khaerul Rasyid mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang syiar dan hiburan religius, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM lokal.
“Alhamdulillah kegiatan ini ramai, UMKM bergerak, parkiran penuh. Ini menjadi kegiatan positif bagi masyarakat, terutama generasi muda di wilayah kami,” ujarnya.
Ketua DPD LASQI Kota Tangerang Selatan Khoirul Afandi menjelaskan bahwa LASQI FEST tahun ini digelar selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hari pertama diisi dengan pelantikan seluruh DPK LASQI dari tujuh kecamatan dan 54 kelurahan se-Kota Tangerang Selatan yang dikukuhkan langsung oleh pembina kami, Kyai Abdul Rozak,” jelasnya.
Ia menambahkan, festival tahun ini menghadirkan berbagai perlombaan seni Islami seperti qosidah, hadroh, dan marawis yang dibuka dengan tari kolosal yang melibatkan sekitar 300 peserta.
“Pada malam hari, masyarakat juga dihibur oleh Semar Band dan Gambus Melayu, serta penampilan Yusnia Zebro yang semakin menyemarakkan suasana,” katanya.
Untuk hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan istighosah dan sholawat bersama Majelis Nurul Musthofa yang dihadiri para habaib, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Khoirul menegaskan bahwa LASQI memiliki komitmen kuat dalam membina generasi muda agar aktif dalam kegiatan seni Islami sehingga terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja.
“Kami ingin seni Islami seperti marawis, qosidah, dan hadroh terus berkembang di Kota Tangerang Selatan dan menjadi wadah positif bagi generasi muda,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, LASQI juga berkolaborasi dengan Baznas Kota Tangerang Selatan untuk memberikan santunan kepada 25 anak yatim piatu berupa bingkisan dan bantuan uang tunai sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.




