Beranda / Terkini / Sah Jadi Kapolri, Komjen Pol Suyudi Ario Seto Tegaskan: Ini Puncak Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Karier

Sah Jadi Kapolri, Komjen Pol Suyudi Ario Seto Tegaskan: Ini Puncak Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Karier

Jakarta – Rajawalitimes-nusantar Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Penunjukan ini menjadi babak baru dalam perjalanan panjang kariernya setelah sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dalam pernyataannya, Suyudi menegaskan bahwa jabatan Kapolri bukanlah puncak karier semata, melainkan puncak tanggung jawab dalam mengemban amanah negara dan masyarakat.

“Bagi saya, jabatan Kapolri bukanlah puncak karier, melainkan puncak tanggung jawab. Menjadi polisi adalah sebuah kehormatan, dan mengabdi bersama masyarakat adalah tujuan utama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme di tubuh Polri. Menurutnya, tidak boleh ada anggota yang dipaksa mencapai target dengan cara melanggar hukum. Sebaliknya, segala bentuk penyimpangan seperti pemerasan, suap, maupun penggunaan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Tidak ada tekanan pekerjaan yang dapat menjadi alasan untuk melanggar hukum. Polisi harus hadir untuk melindungi, bukan menyakiti masyarakat,” ujarnya.

Suyudi juga menegaskan bahwa keberhasilan Polri ke depan tidak diukur dari banyaknya slogan, aplikasi, atau operasi semata, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Indikator tersebut antara lain meningkatnya rasa aman, kemudahan dalam pelaporan, respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat, serta penegakan hukum yang adil dan transparan.

Ia menggambarkan visinya tentang Polri yang humanis dan dipercaya publik. “Saya ingin ketika seorang anak melihat polisi, yang muncul adalah rasa aman, bukan takut. Ketika korban datang ke kantor polisi, yang didapat adalah pertolongan, bukan kerumitan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polri harus terbuka terhadap kritik dan mampu melakukan koreksi internal tanpa harus menunggu tekanan publik atau viral di media sosial. Menurutnya, kehadiran polisi harus selalu berada di garis depan saat masyarakat menghadapi ancaman kejahatan, dengan mengedepankan keberanian dan profesionalisme.

Dalam kepemimpinannya, Suyudi membawa semangat Polri yang hadir untuk melindungi, cepat dalam melayani, adil dalam menegakkan hukum, terbuka untuk diawasi, serta adaptif menghadapi perubahan zaman.

“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, tetapi karena hadir bersama rakyat,” pungkasnya.

(Ridho Fitriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *