Beranda / Terkini / *Minimnya Pengawasan Proyek Paving Block di Kp. Peusar Kel. Binong Kec. Curug Membuat Para Pekerja Bekerja Secara Brutal*

*Minimnya Pengawasan Proyek Paving Block di Kp. Peusar Kel. Binong Kec. Curug Membuat Para Pekerja Bekerja Secara Brutal*

TANGERANG || Rajawalitimes-nusantar Proyek pembangunan paving block yang berlokasi di jalan lingkungan menuju samping pipa gas, Kampung Peusar RT 002/RW 001, Desa Binong, Kecamatan Curug, menuai sorotan tajam dari LSM dan awak media.

Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp99.776.000, dikerjakan oleh CV Utama Putra Jaya, dengan panjang sekitar 85 meter dan lebar 1,5 meter serta waktu pelaksanaan 21 hari kalender.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, terdapat sejumlah hal yang dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak pemangku anggaran, khususnya terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja.

Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (RAB) serta Kesehatan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana yang tertulis di buku Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bahkan, kamera awak media menyoroti para pekerja hanya menggunakan sandal jepit, tentu saja Kondisi tersebut menyisakan pertanyaan sejauh mana penerapan standar keselamatan kerja dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Selain persoalan APD dan K3, dilokasi pekerjaan,” awak media juga tidak melihat keberadaan pihak pelaksana, baik dari Dinas terkait juga Pihak pelaksana dari Kontraktor di lapangan, pertanyaannya.? Lalu siapa yang bertanggung jawab jika terjadi insiden di lapangan seperti kecelakaan kerja.!

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan, wajar bila pekerja bekerja secara brutal di lapangan tanpa memikirkan kualitas, sebab tidak ada yang mengawasi.

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada salah satu ketua RW melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, ketua RW tersebut menyampaikan bahwa urusan eksternal di lapangan sudah disatu pintukan kepada salah satu oknum.

Dalam komunikasi tersebut juga disebutkan adanya salah satu oknum wartawan yang disebut berkaitan dengan urusan eksternal proyek. Namun, terkait informasi tersebut masih diperlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebut agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Tak sampai disitu,” sekelompok awak media mencoba menggali informasi lebih dalam dengan cara, menanyakan langsung ke AT inisial yang diduga kuat pelaksana dari proyek tersebut, melalui pesan singkat WhatsApp, dalam pesan singkatnya AT mengatakan tanya saja sama yang di lapangan bang, kayaknya bang CLG inisial itu tulisnya di pesan singkat WhatsApp.

Publik tentu berharap proyek yang menggunakan anggaran APBD dapat dilaksanakan secara transparan, profesional, sesuai spesifikasi teknis, serta mengedepankan keselamatan dan kesehatan kerja, Publik juga meminta kepada Anggota dewan dalam memilih penyedia jasa jangan asal main tunjuk saja, sebab jika salah tunjuk bukan hanya masyarakat yang dirugikan akan tetapi nama Dewan pengusung Aspirasi juga yang akan ikut tercoreng.

 

(*Muhedi team*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *