Beranda / Nasional / BUNG HATTA IDOLAKU

BUNG HATTA IDOLAKU

http://Rajawali Times Nusantara.site Jakarta // Bung Hatta Pemimpin yang di idolakan Berbagai Kaum salah satunya Bang Leo Siagian Ia menilai Sosok Bung Hatta adalah Figur Pemimpin yang punya integritas dan mampu mengambil kebijakan di tegah gejolak politik, Begitu tidak sejalan lagi dengan Bung Karno,. Bung Hatta yang Wapres RI mengundurkan diri dari jabatannya, Wakil Presiden RI. Membaca riwayat pengunduran diri itu, aku sangat terkagum-kagum dan merasa bangga kpd Wapres yang punya prinsip dan berani bertindak tegas melepas jabatannya…..

Setelah puluhan tahun berpisah, begitu Bung Hatta mendengar berita bahwa Bung Karno lagi sakit parah di “Rutan Wisma Yaso”,.. beliau mengunjungi sahabatnya itu dan di situ mereka saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu,. Luar biasa persahabatan mreka yang tak pandang masalah jabatan …..

Sikap tegas dan berani bertindak kontroversial-nya Bung Hatta itu pun jadi saya ikuti,.. Pada tahun 1980 saya sebagai Siswa Teladan Dinas LLAJR Sumut, ditugaskan di Jembatan Timbang dan di Patroli Jalan Raya di Wilayah IV Sibolga – Nias,.. Dalam berdinas di LLAJR itu, kami diwajibkan setor ke atasan,. pelaksanaan wajib setor ke atasan itu sangat bertentangan dgn hati nurani sy,. karena kami “terpaksa” melakukan Pungli & Peras terhadap supir2 truck dan juga supir mobil apa saja yang wajib kami periksa,….
Karena merasa tidak sejalan dgn hati nuraniku, Yach,.. pd thn 1983 aku tinggalkan saja LLAJR itu, lalu semua pengalaman buruk yang tidak mengenakkan hatiku itu aku bikin jadi berita dan aku kirim ke beberapa redaksi mass-media saat itu, seperti majalah EXPO, TEMPO,.. koran KOMPAS, Sinar harapan, SIB, Waspada dll,. Dan akhirnya, pd tahun 1983 saya diterima jadi calon juruwarta di majalah EXPO,. masih jadi kuli-tinta tanpa KartuPers, tanpa identitas apapun, wajib bikin laporan pemantauan minimal 3 berita setiap hari, tak tau bisa naik cetak berita nya atau tidak — bukan seperti wartawan saat ini, yang tiba2 saja bisa jadi Pemimpin Umum, bisa jadi Pemred,. krna Kebebasan Pers di era Reformasi 1998, tanpa hrs pake SIUPP lagi…..

Eeeh,. baru saja seumur jagung menjadi Calon Juruwarta, saya merasa bangga laporan yang sy sampaikan ternyata naik cetak di majalah EXPO dgn judul ; “Jembatan Timbang LLAJR jadi sarang Pungli”,. wow keren, aku sudah jadi wartawan – pikirku dalam hati, aku pun jadi lbh berani dan lebih bersemangat lagi cari sumber berita,. Waktu itu aku kagum dengan Pak Domo (Sudomo) yang Pangkopkamtib di zaman Orba, beliau nampaknya sangat galak memberantas korupsi dan pungli,. Lalu aku pun beranikan diri menemui pak Domo di kantornya,. kpd ajudan beliau aku titipin majalah EXPO dan tunjukin beritaku dgn kode (jsleo) yakni kasus Pungli di Jembatan Timbang LLAJR itu,. Dan saat itupun aku diterima pak Sudomo untuk ber-bincang2 tentang kasus Pungli yang aku beritakan di majalah itu….
Begitu aku pamit, pak Domo kasih aku uang bensin Rp 100.ribu — yang saat itu sudah cukup besar, bisa utk belanja seminggu …

Yang lebih membanggakan dan membuat aku kagum lagi, ternyata pak Domo seminggu kemudian melakukan Waskat – Sidak turun ke berbagai Jembatan Timbang LLAJR,.. sebulan kemudian Pangkopkamtib Laks Sudomo bikin kejutan “Menutup” seluruh Jembatan Timbang LLAJR di negeri ini…. Wow,.. aku pun jadi lebih percaya diri lagi jadi kuli-tinta yg berstatus calon juruwarta EXPO…

Beritaku selanjutnya dimuat lagi, dengan judul ; “Koperasi Jadi Kuperasi di KPUM Medan”,. Yach 100 Eksp majalah itu aku kirim kpd kawan utk disebar kpd para supir Angkot KPUM Medan yang lagi berjuang mendongkel kebobrokan di KPUM pimpinan Ferdinan Simangunsong….

Tragisnya,.. majalah EXPO memuat judul berita yang sangat-amat bombastis ; “Seratus Miliyarder Bisnis Keluarga Cendana”…. Eeeh, majalah EXPO pun dibredel oleh Menpen RI, Harmoko…. Begitulah suka dukaku di majalah EXPO.

Yach,.. sekarang ini aku menyadari bahwa aku sudah tua (74.th), sudah peot — seperti kata pak Harto,..
Aku cuma bisa jadi penasehat, jadi pembina di beberapa mass-media dan akhirnya aku pun mendirikan PB-FJPK, Pengurus Besar – Forum Jurnalis Peduli Keadilan, sebagai wadah para jurnalis juga utk para purnawirawan penegak hukum yang masih peduli dengan keadilan di negeri kita yang tercinta ini…..

Yach, yang jelas dgn berprofesi sebagai jurnalis lah, saya bisa menambah luas wawasan dan relasi dengan para pejabat publik maupun para pengusaha nasional..,”ungkap Leo Siagian  (jsleosiagian). #ForumJurnalisPeduliKeadilan #ProNKRI #GerakanJalanLurus #SalamAkalSehat #SalamSadar

Pewarta : Denilo Lefarando Siagian

Redaksi : Piter Siagian

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *