Kabupaten Tangerang Rajawalitimes-nusantara – Kebakaran hebat melanda kawasan pergudangan dan permukiman di Jalan Angsana Lestari II No.G2 Blok A2, Desa Legok, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/10/2026). Dugaan sementara, api bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Laporan kejadian pertama kali diterima Pos Legok BPBD Kabupaten Tangerang pada pukul 16.33 WIB dari pelapor bernama Oktavia. Tim pemadam kebakaran langsung bergerak dan tiba di lokasi kejadian hanya selisih tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 16.40 WIB dengan jarak tempuh sekitar 1,9 kilometer.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, bermula dari pembakaran sampah di area belakang bengkel yang berdekatan langsung dengan gudang milik PT Mitra Bangun Abadi, sebagai penyimpanan pipa-pipa One Plus. Tiupan Angin yang kencang membuat api menjalar merambat ke bagian belakang gudang yang menyimpan banyak material yang mudah terbakar.
“Kami melihat asap mulai mengepul tidak lama kemudian api sudah menjulang tinggi ke arah gudang. Kami berteriak memberi peringatan, tapi api bergerak sangat cepat,” ujar salah satu saksi mata.
Api dengan ganas menghanguskan isi gudang pipa milik PT Mitra Bangun Abadi. Tidak hanya fasilitas perusahaan, tiga unit rumah warga yang berada di lingkungan sekitar juga ikut di lalap si jago merah dengan kerusakan pada bagian dapur, warga sekitar mengaku panik saat kejadian berlangsung. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang berharga secepat mungkin sebelum api semakin meluas.
“Sempat gemetar melihat apinya begitu besar. Kami hanya sempat membawa pakaian dan dokumen penting, barang lainnya kami tinggalkan. Rumah kami kena bagian belakang dan dapur,” ungkap Dedi, salah satu warga yang rumahnya terdampak.
Warga lainnya meminta agar pihak berwenang lebih tegas menindak warga yang kerap membakar sampah sembarangan di kawasan tersebut. Pasalnya, hal ini bukan pertama kalinya terjadi.
“Sudah berkali-kali kami lihat ada yang membakar sampah di sana. Padahal di sini banyak gudang dan rumah warga. Kalau tidak ditegas, kejadian seperti ini pasti terulang lagi,” tegas Yati, warga lain yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Upaya pemadaman sempat mengalami hambatan. Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah sulitnya akses sumber air bersih terdekat dari titik api. Kondisi ini memaksa tim harus memutar jarak lebih jauh untuk mengambil air guna memadamkan kobaran api.
Guna mempercepat pengendalian kebakaran, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan kekuatan gabungan secara besar-besaran. Total tercatat 18 unit kendaraan pemadam beserta 88 personil dikerahkan dari berbagai wilayah, meliputi,
– 1 Unit Pos Legok
– 2 Unit Mako 00 Curug
– 1 Unit Kelapa Dua
– 1 Unit Tigaraksa
– 1 Unit BSD
– 1 Unit Pasar Kemis (dalam perjalanan)
– 2 Unit bantuan Kota Bogor
– 2 Unit tangki pengembang Summarecon dan Paramount
– 3 Unit Damkar Yon TP Legok
– 1 Unit Damkar Koramil Curug
– 1 Unit tangki PT Serim
– 1 Unit bantuan Damkar Kota Tangerang Selatan
– Serta 1 Unit Ambulans Puskesmas Legok
Dalam proses pemadaman yang berat, sejumlah anggota petugas pemadam kebakaran terpapar asap tebal dari material yang terbakar. Tim medis dari ambulans Puskesmas Legok yang berada di lokasi segera memberikan penanganan awal. Namun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka berat dari warga maupun petugas.
Upaya pendinginan dan pemantauan titik panas masih terus dilakukan oleh petugas guna mencegah api berkobar kembali. Pihak BPBD Kabupaten Tangerang menghimbau masyarakat untuk tidak lagi melakukan pembakaran sampah secara terbuka, terutama di musim kemarau, hingga berita ini di terbitkan, awak media belum mendapatkan penyeb pasti serta rincian kerugian dari insiden ini
(Red)




