TANGERANG — Hasil pantauan awak media di lokasi proyek Penataan Halaman Depan Gedung Serbaguna Kantor Kecamatan Legok, Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, dinilai sangat minim dan tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dialokasikan, Selasa (15/09/2026).
Proyek dengan biaya Rp99.700.000 bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026, dilaksanakan oleh CV. Cahaya Mastari dengan masa pengerjaan 21 hari kalender. Namun kondisi di lapangan hanya berupa penimbunan tanah merah dan perataan lahan yang sederhana, jauh dari kesan pekerjaan bernilai hampir Rp100 juta.
Upaya konfirmasi kepada pelaksana melalui pesan WhatsApp berulang kali tidak mendapatkan tanggapan. Pihak Kecamatan Legok sempat mengarahkan pertanyaan kepada pelaksana, lalu PPTK Kecamatan Legok meneruskannya ke Bagian Umum. Staf Bagian Umum, Bobi, menyatakan pekerjaan masih dalam proses dan belum selesai.
Akan tetapi, saat dilakukan pemantauan kembali sepekan kemudian, kondisi pekerjaan tidak menunjukkan kemajuan apa pun — masih sama persis seperti pengamatan awal.
Merespons hal tersebut, Anggota LSM Harimau DPW Provinsi Banten Divisi Investigasi, Suparta, menyampaikan pernyataan tegas:
“Pekerjaan ini dibiayai dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026, yaitu uang rakyat. Sangat disayangkan jika hasilnya hanya berupa penimbunan tanah merah saja. Padahal sudah lebih dari satu minggu sejak pertama kali kami tinjau ke lokasi. Hal ini mengarah pada dugaan penyalahgunaan anggaran. Hasil pekerjaan sama sekali tidak sebanding dengan nilai yang hampir mencapai Rp100 juta.”
Suparta menambahkan peringatan tegas:
“Kami menunggu klarifikasi dan hak jawab dari pihak terkait. Kami selaku kontrol sosial memberikan hak jawab kepada pelaksana maupun instansi terkait. Apabila tidak ada tanggapan, kami akan melayangkan surat resmi kepada Kecamatan Legok serta dinas berwenang. Hal ini dilakukan guna mencegah kesalahpahaman, ketimpangan informasi, serta berkembangnya asumsi dan opini yang tidak benar di kalangan masyarakat.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait rincian teknis maupun tahapan pengerjaan. Awak media dan elemen masyarakat berharap pihak berwenang segera meninjau langsung dan memberikan keterangan yang transparan.
(Muhedi)




